HILANGNYA BUDAYA MALU

Kategori │umum




Salah satu warisan yang ditinggalkan para leluhur kita dan yang selama ini kita eluh-eluhkan yakni budaya malu yang mana tidak semua dimiliki negara terlebih negara bagian eropa yang jauh disana justrus sekarang malah terbalik. Tampaknya budaya malu zaman sekarang merupakan barang yang langkah di negeri ini, itu terlihat hampir di semua lapisan masyarakat.
Sejak abad ke 20- an arus globalisasi berdampak ke semua sisi, tidak terkecuali dari segi prilaku yang kurang terkendali, indonesia kembali mendaposi paham kebarat-baratan (westrenisasi), yang mana dengan bangga mengikuti budaya ala kebarat-baratan. Dan itu merupakan contoh kecil yang sudah di lalui bertahun-tahun lamanya.
Terlepas dari semua itu ada satu hal yang paling menggelitik di pikiran saya, tidak jarang saya temukan pernyataan yang salah dan terus diserukan untuk menggiring/mendoktrin paham seseroang demi kepentingan dirinya maupun kelompoknya. perlu diketahui paham yang salah disuarakan secara terus menerus tanpa henti hingga akhirnya kebohongan tersebut menjadi kebenaran yang mutlak.

Ini sudah terjadi sejak dulu hingga sekarang, lantas bagaimana generasi 10 atau 20 tahun kedepan, sekarang saja sudah terlihat betapa hilangnya budaya malu, saling menyudutkan, mencaci, mengkafirkan satu sama lain, melakukan korupsi dengan mudahnya bersumpah atas nama tuhan dan masih banyak lagi, bahkan membunuh sesama manusia yang seharusnya mencabut nyawa manusia adalah hak progrative tuhan.

Sedikit Playsback kebalakang, rasa malu sangat ditekankan dalam ajaraan islam, sejak kecil kita sudah di perkenalkan dengan nilai- nilai agama, bagaimana saling berbagi terhadap sesama dll,. Dalam hadist shahi menyebutkan :

Jika kamu tidak memiliki rasa malu, berbuatlah sesukamu (HR-Bukhari)

Dalam hadist lain

Malu adalah sebagian dari iman ((HR-Bukhari dan muslim)


Dilingkungan pendidikan baik ditingkat TK, SD, SMP, maupun SMU, selalu di ingitkan mana yang baik dan tidak baik, mana yang boleh maupun sebaliknya. Tapi tampaknya materi itu hanya sekedar formal saja.

Dampak yang ditimbulkan hilangnya rasa malu sudah kita lihat bersama, akhir-akhir ini hampir semua media pemberitaan yang menjadi head line news tentang ujaran kebencian. Membangun opini/menebar isu ditengah masyarakat saat sekarang dianggap cara yang paling efektif untuk menarik dukungan demi kepentingan diri sendiri maupun kelompok. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan untuk membedakan mana berita yang berdasarkan faka, opini maupun ujaran kebencian salah satu penyebab hanyut dalam ujaran kebencian tersebut.Media sosial seperti facebook, twitter, intagram media yang paling efektif dalam menebar isu, selain mudah biaya yang dikeluarkan bisa dikatakan sangat murah.
Disisi lain yang tidak kalah mengerikan dampak hilangnya rasa malu, orang mengaku wakil rakyat justru menipu rakyat, menggelapkan uang rakyat, mengaku pemimpin justru merampok uang negara, mengaku penegak hukum justru melanggar agama, mengaku ulama justru menyesatkan umat, mengaku pejuang HAM justru menginjak-injak HAM, mengaku pelingdung masyarakat justru bertindak bak preman pasar.

Sungguh memuliakan tatanan kehidupan tanpa rasa malu hadir didalmnya. Kamaksiatan dan kebejatan moral dianggap absah dan lumrah belaka. Masyarakat, manusia tetapi tidak ubahnya kumpulan binatang, manusia yang seharusnya berkualitas, ahsana taqwin, malah terjun bebas ketingkat “asfalah safilin”. Ini lah yang sudah disinyalir oleh allah dalam al-quran
Sungguh kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan ketempat yang serendah-rendahnya (QS. At-tin 4-5)

Manusia turun derajat menjadi binatang, bahkan lebih rendah dari itu. Kata Allah, mereka mempunyai hati tetapi tidak depergunakan untuk memahami ayat-ayat allah, mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan allah, mempunyai telinga tetapi tidak diperuganakan untuk mendengar ayat-ayat allah, mereka itu bagaikan binatang bahkan lebih dari itu. (QS Al A’raft : 179)

Pantaslah kita malu. Karena malaikat tidak bisa ditipu, terlebih disuap dengan uang yang kamu miliki, pelaporan dan pengawasan mereka atas setiap ucapan dan perbuatan kita sangat ketat,. Dan segala sesuatu yang mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

Budayakan kembali rasa malu yang sudah hampir hilang, mulai dari sendiri, orang terdekat dan lingkungan,
Republika.co
https://yandex.com/search/touch/?text=site%3Acekkembali.com&lr=10574



  • Artikel (umum)dari kategori yang sama
    Bahaya obat nyamuk
    Bahaya obat nyamuk(2018-05-07 18:22)

    Penyakit Kelamin Menular HPV
    Penyakit Kelamin Menular HPV(2017-09-21 20:05)



    Komentari Artikel ini
    The men's prostate is central to the section of a male's reproductive system. It secretes fluids that aid in the transportation and activation of sperm. The men's prostate is situated just in front of the rectum, below the bladder and around the urethra. When there is prostate problem, it is almost always really really irritating and inconvenient for that patient as his urinary system is directly affected.

    The common prostate medical problems are prostate infection, enlarged prostate and cancer of prostate.



    Prostate infection, also known as prostatitis, is regarded as the common prostate-related overuse injury in men younger than 55 years of age. Infections of the prostate gland are classified into four types - acute bacterial prostatitis, chronic bacterial prostatitis, chronic abacterial prostatitis and prosttodynia.

    Acute bacterial prostatitis could be the least common of varieties of prostate infection. It is a result of bacteria located in the large intestines or urinary tract. Patients may feel fever, chills, body aches, back pains and urination problems. This condition is treated through the use of antibiotics or non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) to relieve the swelling.

    Chronic bacterial prostatitis is often a condition of the particular defect in the gland along with the persistence presence of bacteria in the urinary tract. It can be a result of trauma to the urinary tract or by infections originating from other parts from the body. A patient may experience testicular pain, lower back pains and urination problems. Although it is uncommon, it is usually treated by removal in the prostate defect as well as the employment antibiotics and NSAIDs to help remedy the redness.

    Non-bacterial prostatitis is the reason for approximately 90% of prostatitis cases; however, researchers have not yet to establish the sources of these conditions. Some researchers think that chronic non-bacterial prostatitis occur because of unknown infectious agents while other believe intensive exercise and high lifting might cause these infections.

    Maintaining a Healthy Prostate

    To prevent prostate diseases, a proper meals are important. These are some of the actions you can take to keep your prostate healthy.

    1. Drink sufficient water. Proper hydration is necessary for overall health and it'll also maintain the urinary track clean.

    2. Some studies claim that a couple of ejaculations a week will help to prevent cancer of the prostate.

    3. Eat beef in moderation. It has been shown that consuming more than four meals of beef weekly will raise the likelihood of prostate diseases and cancer.

    4. Maintain an appropriate diet with cereals, vegetable and fruits to make certain sufficient intake of nutrients required for prostate health.

    The most important measure to adopt to make certain a healthy prostate would be to go for regular prostate health screening. If you are forty years old and above, you must opt for prostate examination one or more times a year.
    Posted by AlbertNailk at 2018/06/02 13:28
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    HILANGNYA BUDAYA MALU
      Komentar(1)