Sejumlah Perusahaan BUMN Salurkan BANSOS 10,2 Meliar

Kategori │umum

Dipenghujung akhir 2017 ini sejumlah perusahaan berlabel BUMN bersinergi dalam menyalurkan dana bantuan sosial sebagai wujud kepedulian dan untuk meningkatkan kualitas sarana dan fasilitas umum di Sumatera. Jumlah dana yang terkumpul mencapai 10,2 Meliar.

Dengan adanya bantuan ini menteri BUMN Rini Soemarmo berharap dapat mendorong serta terciptanya keadilan sosial di seluruh Nusantara dan penguatan peran BUMN dalam pembangunan nasional.

Rencananya dana CSR (Corporate Social Responsibility) ini akan di salurkan di 8 kabupaten/kota yaitu Toba Samosir, Dairi, Simalungun, Asahan, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Karo. adapun sasaran utama dalam penyaluran dana CSR kali ini ialah dihidangkan, Pariwisata Pendidikan, pelestarian alam, Pokasi, dan dibidang kesehatan.

Adapun pengalokasian dana CSR tersebut dibidang pariwisata tampaknya mendapatkan posisi pendanaan lebih tinggi senilai Rp.4,68 meliar yg terkumpul dari perusahaan PT.BNI (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia/Telkom (Persero), PT. Bank Mandiri (Persero), PT Inalum (Persero), PT Dok Kodja Bahari, Perum LKBN Antara, PT INTI, PT. Danareksa, PTPN III, PERTAMINA, PT. Jiwasraya, PT. PLN dan Angkasa Pura II.

Senilai dana tersebut rencananya di alokasikan pada perbaikan jalan, rumah adat, Pembuatan Gapura baru, sheiter, sarana wisata, serta pengadaan tong sampah.

Untuk pengalokasian dana dibidang pendidikan terkumpul dana senilai 1,27 meliar yg diperoleh dari dana CSR perusahaan PT. Bank BNI, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Bank Tabungan Negara, Pegadaian (Persero), PT. Surveyor Indonesia, PT. Kawasan Industri Medan, PT. Pos Indonesia, PT. Kimia Farma, PT. Jamkrindo dan PT. Askrindo.

Pemanfaatan dana ini rencananya berupa taman baca, peralatan sekolah, komputer, kesehatan dan mobile pintar.

Sementara dalam rangka memperingati hari menanam pohon sebagai Indonesia yang jatuh pada 28 November lalu, sejumlah BUMN turut memberikan bantuan dalam pelestarian alam, dana yang terkumpul dari CSR tersebut senilai 1,36 meliar, dana ini diperuntukkan untuk menanam pohon dan pembelian becak motor/Bentor.

Dana yang terkumpul tersebut berasal dari sejumlah perusahaan BUMN yaitu, PT. Pelindo I, Pelindo II dan PT Telkom Persero. selain sejumlah BUMN lainnya juga turut terlibat dalam pengumpulan dana CSR ini seperti PT Semen Indonesia, PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Pupuk Kaltim, PT. Jasa Raharja, dan PT. KAI

Agar dana tersebut tepat sasaran dalam pengalokasiannya, Menteri Rini dan sejumlah bank BUMN akan memonitor secara ketat untuk memastikan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya dan memberikan manfaat yang optimal.
Penyerahan CSR tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi CEO BUMN di Toba, Sumatera Utara pada 20-21 Desember 2017. Dalam Rakor tersebut, seluruh pimpinan tertinggi dari 151 BUMN dan Anak Perusahaan Eks BUMN hadir.

Nila CSR yang terkumpul ini bisa dikatakan tergolong kecil terlebih diperuntukkan di 8 kabupaten kota, akan tetapi diharapkan kedepanya baik perusahaan yang berlabel BUMN maupun perusahaan swasta dapat berkontribusi untuk pembangunan yang merata dan berkelanjutan.


sumber: bisnis.com


credit: https://medium.com/@MuklisNasution

https://search.aol.com/aol/search?q=https://www.cekkembali.com/




  • Masalah masalah dalam Perkembangan Anak

    Kategori │anak

    Dalam perkembangan anak, sejak lahir anak akan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang datangnya dari dalam dirinya sendiri adan faktor yang datangnya dari luar dirinya. Faktor yang datangnya dari dalam dirinya sendiri bisa merupakan faktor bawaan maupun keturunan. Faktor yang datangnya dari luar diri manusia yaitu lingkungan alam, lingkungan manusia dan lingkungan budaya. Dalam hal ini masalah dalam perkembangan anak akan diuraikan tentang masala kelainan (fisik, mental, emosional); dan contoh beberapa masalah yang dihadapi anak anak normal.





    a.Fisik

    Masalah kelainan cacat fisik dapat timbul sejak anak itu dilahirkan. Jadi merupakan faktor bawaan. Misalnya: anak yang tuli karena waktu ibu mengandung ia menderita penyakit tertentu. Dapat juga terjadi setelah lahir, disebabkan karena gizi tidak baik. Misalnya anak yang baru mengalami pertumbuhan kekurangan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh (protein). Maka anak tersebut akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya (anak jadi pendek bentuk tubuhnya). Adapula yang disebabkan karena kecelakaan. Misalnya anak itu jatuh dari kendaraan (naik sepeda), sehingga menyebabkan sala satu matanya sebelah kiri menjadi buta.

    b.Mental

    Anak anak yang kecerdasannya tidak sama dengan anak lain, dibawah anak anak yang normal. Anak yang mengalami keterbelakangan mental disebabkan beberapa faktor:
    -Faktor bawaan (anak mengalami keterbalakangan mental sejak anak dilahirkan, misalnya: anak dengan gejala Down Syndrome atau Mongolisme.
    -Faktor lingkungan: disebabkan karena penyakit, kecelakaan (hingga menimbulkan geger otak). Contoh: cacat mental karena radang otak atau karena penyakit epilepsi.
    Masalah keterbelakangan mental, dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
    -Keterbelakangan mental ringan : kecakapan yang dicapai anak ini dapat sampai umur 12 tahun.
    -Keterbelakangan mental sedang: kecakapan yang dicapai oleh anak ini hanya sampai pada umur 7 tahun
    -Keterbelakangan mental berat: kecakapan yang dicapai oelh anak hanya umur 2 tahun

    c.Emosional

    Masalah kelainan emosional juga sering terjadi pada anak. Ini biasanya terdapat pada anak yang hidup dalam keluarga dengan sedikit perhatian dari orang tua. Yang dimaksud disini adalah mengenai bimbingan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Selain itu juga akan mempunyai pengaruh yang besar yaitu lingkungan tempat kediaman anak. Sekolah pun akan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan emosi anak.

    Contoh 1

    Anak yang mengalami gangguan emosi akan terlihat juga dalam tingkah laku dan sikap. Mungkin juga dalam hal berfikir. Misalnya anak menjadi brutal atau bersikap sangat keras.
    Pada umumnya anak bertindak atas dasar emosinya sendiri. Mengenai pikir atau rasio kurang diperhatikan. jadi antara rasio dengan emosi kurang seimbang.

    Contoh 2

    Tingkah laku anak dalam bentuk kenakalan anak misalnya mencuri. Ini dapat terjadi pada keluarga yang normal ataupun yang hubungan antara anggota keluarga tidak baik (anak yang merasa dirinya ditolak oleh orang tuanya, perselisihan antara orang tua yang terjadi didepan anak anak dan sebagainya).

    Contoh 3

    Tingkah laku dalam bentuk kenakalan anak berbohong/dusta. Berbohong biasanya dilakukan untuk menarik perhatian. Anak ingin mendapatkan perhatian, khususnya dari orang tua. Pada hal orang tua tidak dapat memenuhi keinginan-keinginannya disebabkan terlalu sibuk dengan segala macam pekerjaannya. Dalam hal ini justru anak akan berusaha mencari cara bagaimana ia mendapatkan perhatian dari orang tua; seorang anak dari salah satu keluarga. Ia termasuk anak yang bersahil disekolah. Ia belajar dengan teratur dan berkemampuan baik, sehingga tidak menimbulkan persoalan disekolah maupun dirumah. Orang tua tidak pernah memperoleh laporan kelakuan yang tidak baik mengenai anaknya itu. Demikian juga anak selalu memberi laporan yang baik dari sekolah.

    Pada suatu hari anak itu melaporkan bahwa hasil ulangannya sangat buruk. Ia dimarahi dan bahkan dipukul gurunya. Orang tuanya mempunyai anggapan, bahwa in adalah suatu tindakan yang kurang baik. Ayahnya lalu pergi untuk menemui gurunya, dengan maksud menyampaikan tindakannya yang kurang baik itu. Ternyata apa yang dikatakan oleh anaknya Tidak benar. Bahkan gurunya mengatakan bahwa anaknya disekolah murid teladan, rajin, pandai dan tertib. Anak yang memiliki kecerdasan baik, dan tidak ada gangguan-gangguan lain akan berhasil dalam belajarnya. Tetapi banyak anak mengalami hambatan dalam belajar.

    a).Masalah kesulitan belajar.

    Anak yang normal pun tidak lepas dari kesulitan belajar, misalnya: ani duduk dikelas satu SD. Ia tidak tau cara belajar membaca yang baik (ia tidak mengenal atau mengetahui tentang titik, koma, tanda baca dan lain sebagainya). Penyebab yang mungkin timbul dalam diri anak:

    -Kurang mendapat bimbingan belajar yang baik dari kedua orang tuanya.
    -Kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya
    -Sarana yang diperlukan kurang atau tidak memenuhi syarat.

    b).Masalah kesulitan bergaul

    Didi sudah berumur lima tahun, ia masuk sekolah Taman Kanak kanak. Untuk permulaan masuk sekolah , ia minta ditemani orang tuanya. Untuk hari hari selanjutnya ternyata did selalu minta ditemani oleh ibunya, jadi tidak mau pisah. Kalau si ibu tidak bersedia menemaninya, maka ia pun tidak masuk sekolah. Penyebab yang mungkin timbul dalam diri si anak:

    1.Dirumah anak terlalu dimanjakan
    2.Krang percaya diri pada diri sendiri, sehingga ia sangat tergantung pada orang lain terutama ibunya
    3.Fisik mengalami gangguna atau cacat.

    c.Masalah kesulitan yang dihadapi oleh anak normal karena ia sangat pandai.

    Ani duduk di kelas IV SD. Karena ia sangat pandai di izinkan oleh gurunya lompat kelas langsung kelas VI. Ternyat ia lulus ujian, ia meneruskan ke SMP ani termasuk anak yang periang. Sekarang ia menjadi pendiam baik dirumah maupun disekolah. Penyebab yang mungkin timbul pada ani:

    -Anak mengalami kesulitan dalam pergaulan, karena umurnya lebih mudah daripada kawan-kawan sekelasnya.
    -Ia tidak berada dalam kelompok anak yang sebaya
    -Keadaan fisik kawan kawannya berbeda (mungkin lebih tinggi)
    -Kemungkinan di ejek oleh kawan kawannya karena keadaan fisiknya ( misalnya lebih pendek)

    d.Masalah kesulitan yang dihadapi oleh anak normal karena terjadi pertentangan antara peraturan orang tua dengan lingkungan.

    Dirumah : anak laki laki 17 tahun di didik agar bergaul dengan kawanya yang sebaya atau sederajat tingkat golongan sosialnya (anak orang kaya harus dengan orang kaya). Padahal disekeliling anak tersebut tinggal, banyak kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh para muda mudi dari segala lapisan masyarakat, seperti olahraga, kesenian, kepramukaan, dan sebagainya. Ia ingin sekali memasuki kegiatan yang ada. Tetapi oleh orang tuanya dilarang.
    Penyebab yang mungkin timbul pada diri anak:

    -Anak mengalami tekanan jiwa
    -Mungkin timbul rasa tidak senang terhadap orang tua
    -Anak mencari kepuasan diluar rumah.


    profil