PERCAKAPAN TRENDI DAN KETEPATAN BAHASA POLITIS

Kategori │Tips dan cara

•Kata kata yang menghambat komunikasi
•Menghentikan kebiasaan buruk saat pidato
•Ketepatan bahasa politis


Kata Kata Muluk

Mark-Twain, yang tahu tentang teknik berbicara dan orang yang melakukannya, menulis, “perbedaan antara kata yang hampir tepat dengan kata yang tepat benar-benar sangat besar__seperti perbedaan antara kunang-kunang (lightning bug) dan kilat (lightning).
Ingatlah bahwa kata yang tepat__ yang segera dipahami dan dimengerti oleh pendengar anda__ biasanya adalah kata-kata yang sederhana. Karena alasan yang sederhana tertentu, orang cenderung menggunakan kata yang rumit atau sedang populer untuk membuat perkataan kita terdengar lebih up-to-date. Dengan kecepatan dan jangkauan komunikasi modern, kata kata baru dengan cepat menyebar keseluruh pelosok negara. Sayangnya dari kata-kata ini tidak memberi arti apa apapun untuk meningkatkan kemampuan komunikasi kita.
“Impact” dan “acces’ dulunya hanya kata benda, tapi sekarang juga menjadi kata kerja, seperti dalam “to impact the situation”. Kata sedeharna “affect” tidak hanya sama, tetapi bahkan lebih baik. Kita melakukan proses sebaliknya, mengubah kata kerja menjadi kata benda, seperti dalam “commute”. Kita biasanya berkata “ I commute to work by car”. Sekarang kita berkata “my commute is by car”
Kita telah bertahun-tahun menggunakan jargon komputer, seperti meminta “input” mereka. Kemudian orang mulai “berinterfasi”, yang merupakan hasil dari jargonisasi untuk kata “berinterfasi” yang merupakan hasil jargonisasi untuk kata “berdikusi” atau “berbicara”. Dan setiap kali terjadi gempa bumi atau badai dahsat, kita mendengar terjadi kerusakan “ infrastruktur” , sekalipun pejabat yang menggunakan istilah itu akan dapat menyampaikan point-nya dengan jauh lebih baik jika ia sedikit bersusah payah mengatakan sesuatu yang dipahami orang seperti “fasilitas-fasilitas air bersih, pembuangan, dan jalan raya”.

Kata Kata Trendi

Selain kata kata muluk, saman komunikasi massa kita juga dibanjiri oleh kata kata mutakhir dan catchphrases. Kata kata dan frase ini terbukti segera menjadi klise. Kadang menggunakan catchphrases dapat membantu anda membuat hubungan dengan orang yang anda ajak bicara, tetapi terlalu sering mengatakannya akan membuat anda tampak tidak orisinal, seolah-olah anda tak mampu membuat ungkapan anda sendiri.
Kata Kata Tanpa Arti
Beberapa kata dan suara, yang tidak membari tambahan apapun pada apa yang coba kita sampaikan, menyusup dalam percakapan kita. Kata kata ini hanya mengacaukan perkataan kita, berarti juga mengacaukan apa yang didengar pendengar kita. “Kata kata tanpa arti” ini sama verbalnya dengan yang tercetak pada bungku kacang Styrofoam: just so much filter (begitu banyak sumpalnya)
Lalu mengapa orang menggunakan kata kata ini? Karena kata kata ini merupakan pertolongan-pertolongan oral. Mereka berguna sebagai sandaran saat anda saat anda sedang ragu-ragu, tetapi jika anda jadi tergantung dengan kata kata itu, percakapan anda akan selalu berjalan dengan susah payah.

Menghentikan Kebiasaan Buruk Saat Berpidato

Bagaimana anda melatih diri sendiri untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan ini?, seperti halnya untuk kebiasaan apapun, anda perlu kedisiplinan. Cobalah ketiga teknik berikut ini:

Pertama, Dengarkan saat anda berbicara. Memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut anda merupakan cara yang efektif. Anda akan mengetahui berapa kali anda mulai, berhenti dan mundur, dan berapa banyak kata “ee” menghambat pembicaraan anda. Itu saja dapat membuat pidato anda lebih lancar.

Kedua, piikirkan sebelumnya apa yang akan anda katakan. Saya tahu itu kedengarannya sudah jelas, tetapi sering alasan anda mengucapkan kata tanpa makna adalah karena sudah masuk kepertengahan kalimat dan tidak tahu bagaimana dapat menyelesaikannya. Saya tidak mengatakan anda harus membayangkan keseluruhan pidato anda dalam benak sebelum membuka mulut. Tetapi hendaknya anda dapat merencanakan kalimat pertama, dan begitu seterusnya. Meski kelihatannya susah, cobalah saja: anda akan tahu itu mudah. Otak mempunyai kapasitas besar yang memungkinkan kita melakukan dua hal sekaligus. Dengan sedikit latihan, anda akan menjadi terbiasa.

Ketiga, Carilah seorang “pemantau pidato” untuk mendengarkan percakapan anda dan mengingatkan anda jika anda menggunakan kata kata tanpa arti atau kata kata klise. Ini bisa sangat efektif. Mintalah pasangan anda, teman baik anda, atau barangkali teman kerja anda untuk menghentikan anda ( mereka dapat mengatakan “stop!” atau “ Hop”!), setiap kali anda menggunakan kata atau frase seperti itu. Pemantau anda hendaknya orang yang bersama anda paliing tidak selama beberapa jam dalam sehari. Tampkanya menjengkelkan? Memang begitulah semestinya. Saya jamin setelah beberapa hari “penguatan negatif” ini, anda secara otomatis akan mengganyang kata-kata itu. Tetapi lakukan satu-persatu setiap kali hilangkan satu kata atau satu frase. Kalau lebih dari satu sisipan yang harus dihilangkan, lakukanlah satu persatu, kalau tidak, anda akan sangat sering dihentikan, sehingga nyawa pemonitor anda bisa dalam bahaya.

Kata Kata Yang Hilang

Dalam beberapa kasus, kata-kata fewer jarang digunakan, seperti yang dilakukan para penyiar berita atau olahraga, yang sangat senang menghilangkan kata kerja dalam kalimat mereka, meskipun peraktek ini mengubah arti dari apa yang mereka katakan.
Kalau seorang penyiar basket berkata, “patric Ewing fouled on the play”, itu biasanya berarti ewing was fouled (Patrick Ewing terkecoh). Tetapi yang diucapkannya berarti Ewing commited the foul (patrick Ewing melakukan pengecohan). Mengapa tidak mengatakannya dengn cara yang umum? Reporter-reporter dan penyiar berita sore sering melakukan hal yang sama, karena kebiasaan menghilangkan kata kerja dari apa yang mereka katakan pada kita.
Barangkali mereka beranggapan hal itu membuat ucapan mereka jadi menarik. Seolah-olah kalimatnya begitu mendesak, sampai mereka tidak sempat menggunakan kata kerja. Tetapi itu sebenarnya itu hanya bentuk lain dari kata-kata trendi.
Perhatikan kata-kata klasik berikut ini tanpa kata kerja:
“four score and seven years ago our forefathers bringing forth a new nation”___ Abraham Lincoln
“I know not what course others might take, but as for me, liberty or death”___Patrick henry

Ketepatan Bahasa Politis

Banyak yang telah dikatakan orang tentang ketepatan bahasa politis, dan inilah menimbulkan banyak histeria, sampai saya nyaris tak ingin menggunakan istilah itu. Bagaimanapun juga, suka atau tidak kita harus berurusan dengan istilah dengan konsep tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam percakapan sehari-hari. Ini muncul fakta bahwa sekarang golongan-golongan seperti kaum wanita dan minoritas yang tidak mempunyai akses kekuasaan, menuntut hak hak mereka, dan tuntutan tuntutan ini berkembang sampai ke bahasa.
Mereka berargumentasi bahwa cara kita mengatakan sesuatu sama pentingnya dengan apa yang kita lakukan, karena kata kata merupakan perwujudan gagasan-gagasan dan sikap. Ssaya kira mereka benar, kalau anda menggunakan frase lama untuk wanita, yakni “kaum lemah”, berarti anda menganut paham feminimitas lama. Jika anda megatai seorang sebagai “Jap” (istilah kasar untuk menyebut orang jepang). Anda tidak saja akan dianggap menggunakan koloqualisme tidak resmi___ entah bersungguh-sungguh atau tidak, didalam benak pendengar anda, anda dianggap mewarisi pandangan zaman perang dunia II yang menganggap jepang “Setan Kuning”. Ini contoh-contoh umum yang banyak ditemui, tetapi ini menunjukkan mengapa anggota-anggota golongan tersebut sensitif pada bagaimana orang membicarakan mereka dan mengapa orang orang harus seperti itu.
Jangan terlalu khawatir akan dianggap menyerang orang lain, sampai kita kehilangan kemampuan membedakan antara respek dan paranoia.


Lainnya :
http://www.cekkembali.com/proposal-skripsi-ekonomi/
contoh proposal skripsi
penulisan daftar pustaka yang benar