Masalah masalah dalam Perkembangan Anak

Kategori │anak

Dalam perkembangan anak, sejak lahir anak akan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang datangnya dari dalam dirinya sendiri adan faktor yang datangnya dari luar dirinya. Faktor yang datangnya dari dalam dirinya sendiri bisa merupakan faktor bawaan maupun keturunan. Faktor yang datangnya dari luar diri manusia yaitu lingkungan alam, lingkungan manusia dan lingkungan budaya. Dalam hal ini masalah dalam perkembangan anak akan diuraikan tentang masala kelainan (fisik, mental, emosional); dan contoh beberapa masalah yang dihadapi anak anak normal.





a.Fisik

Masalah kelainan cacat fisik dapat timbul sejak anak itu dilahirkan. Jadi merupakan faktor bawaan. Misalnya: anak yang tuli karena waktu ibu mengandung ia menderita penyakit tertentu. Dapat juga terjadi setelah lahir, disebabkan karena gizi tidak baik. Misalnya anak yang baru mengalami pertumbuhan kekurangan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh (protein). Maka anak tersebut akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya (anak jadi pendek bentuk tubuhnya). Adapula yang disebabkan karena kecelakaan. Misalnya anak itu jatuh dari kendaraan (naik sepeda), sehingga menyebabkan sala satu matanya sebelah kiri menjadi buta.

b.Mental

Anak anak yang kecerdasannya tidak sama dengan anak lain, dibawah anak anak yang normal. Anak yang mengalami keterbelakangan mental disebabkan beberapa faktor:
-Faktor bawaan (anak mengalami keterbalakangan mental sejak anak dilahirkan, misalnya: anak dengan gejala Down Syndrome atau Mongolisme.
-Faktor lingkungan: disebabkan karena penyakit, kecelakaan (hingga menimbulkan geger otak). Contoh: cacat mental karena radang otak atau karena penyakit epilepsi.
Masalah keterbelakangan mental, dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
-Keterbelakangan mental ringan : kecakapan yang dicapai anak ini dapat sampai umur 12 tahun.
-Keterbelakangan mental sedang: kecakapan yang dicapai oleh anak ini hanya sampai pada umur 7 tahun
-Keterbelakangan mental berat: kecakapan yang dicapai oelh anak hanya umur 2 tahun

c.Emosional

Masalah kelainan emosional juga sering terjadi pada anak. Ini biasanya terdapat pada anak yang hidup dalam keluarga dengan sedikit perhatian dari orang tua. Yang dimaksud disini adalah mengenai bimbingan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Selain itu juga akan mempunyai pengaruh yang besar yaitu lingkungan tempat kediaman anak. Sekolah pun akan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan emosi anak.

Contoh 1

Anak yang mengalami gangguan emosi akan terlihat juga dalam tingkah laku dan sikap. Mungkin juga dalam hal berfikir. Misalnya anak menjadi brutal atau bersikap sangat keras.
Pada umumnya anak bertindak atas dasar emosinya sendiri. Mengenai pikir atau rasio kurang diperhatikan. jadi antara rasio dengan emosi kurang seimbang.

Contoh 2

Tingkah laku anak dalam bentuk kenakalan anak misalnya mencuri. Ini dapat terjadi pada keluarga yang normal ataupun yang hubungan antara anggota keluarga tidak baik (anak yang merasa dirinya ditolak oleh orang tuanya, perselisihan antara orang tua yang terjadi didepan anak anak dan sebagainya).

Contoh 3

Tingkah laku dalam bentuk kenakalan anak berbohong/dusta. Berbohong biasanya dilakukan untuk menarik perhatian. Anak ingin mendapatkan perhatian, khususnya dari orang tua. Pada hal orang tua tidak dapat memenuhi keinginan-keinginannya disebabkan terlalu sibuk dengan segala macam pekerjaannya. Dalam hal ini justru anak akan berusaha mencari cara bagaimana ia mendapatkan perhatian dari orang tua; seorang anak dari salah satu keluarga. Ia termasuk anak yang bersahil disekolah. Ia belajar dengan teratur dan berkemampuan baik, sehingga tidak menimbulkan persoalan disekolah maupun dirumah. Orang tua tidak pernah memperoleh laporan kelakuan yang tidak baik mengenai anaknya itu. Demikian juga anak selalu memberi laporan yang baik dari sekolah.

Pada suatu hari anak itu melaporkan bahwa hasil ulangannya sangat buruk. Ia dimarahi dan bahkan dipukul gurunya. Orang tuanya mempunyai anggapan, bahwa in adalah suatu tindakan yang kurang baik. Ayahnya lalu pergi untuk menemui gurunya, dengan maksud menyampaikan tindakannya yang kurang baik itu. Ternyata apa yang dikatakan oleh anaknya Tidak benar. Bahkan gurunya mengatakan bahwa anaknya disekolah murid teladan, rajin, pandai dan tertib. Anak yang memiliki kecerdasan baik, dan tidak ada gangguan-gangguan lain akan berhasil dalam belajarnya. Tetapi banyak anak mengalami hambatan dalam belajar.

a).Masalah kesulitan belajar.

Anak yang normal pun tidak lepas dari kesulitan belajar, misalnya: ani duduk dikelas satu SD. Ia tidak tau cara belajar membaca yang baik (ia tidak mengenal atau mengetahui tentang titik, koma, tanda baca dan lain sebagainya). Penyebab yang mungkin timbul dalam diri anak:

-Kurang mendapat bimbingan belajar yang baik dari kedua orang tuanya.
-Kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya
-Sarana yang diperlukan kurang atau tidak memenuhi syarat.

b).Masalah kesulitan bergaul

Didi sudah berumur lima tahun, ia masuk sekolah Taman Kanak kanak. Untuk permulaan masuk sekolah , ia minta ditemani orang tuanya. Untuk hari hari selanjutnya ternyata did selalu minta ditemani oleh ibunya, jadi tidak mau pisah. Kalau si ibu tidak bersedia menemaninya, maka ia pun tidak masuk sekolah. Penyebab yang mungkin timbul dalam diri si anak:

1.Dirumah anak terlalu dimanjakan
2.Krang percaya diri pada diri sendiri, sehingga ia sangat tergantung pada orang lain terutama ibunya
3.Fisik mengalami gangguna atau cacat.

c.Masalah kesulitan yang dihadapi oleh anak normal karena ia sangat pandai.

Ani duduk di kelas IV SD. Karena ia sangat pandai di izinkan oleh gurunya lompat kelas langsung kelas VI. Ternyat ia lulus ujian, ia meneruskan ke SMP ani termasuk anak yang periang. Sekarang ia menjadi pendiam baik dirumah maupun disekolah. Penyebab yang mungkin timbul pada ani:

-Anak mengalami kesulitan dalam pergaulan, karena umurnya lebih mudah daripada kawan-kawan sekelasnya.
-Ia tidak berada dalam kelompok anak yang sebaya
-Keadaan fisik kawan kawannya berbeda (mungkin lebih tinggi)
-Kemungkinan di ejek oleh kawan kawannya karena keadaan fisiknya ( misalnya lebih pendek)

d.Masalah kesulitan yang dihadapi oleh anak normal karena terjadi pertentangan antara peraturan orang tua dengan lingkungan.

Dirumah : anak laki laki 17 tahun di didik agar bergaul dengan kawanya yang sebaya atau sederajat tingkat golongan sosialnya (anak orang kaya harus dengan orang kaya). Padahal disekeliling anak tersebut tinggal, banyak kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh para muda mudi dari segala lapisan masyarakat, seperti olahraga, kesenian, kepramukaan, dan sebagainya. Ia ingin sekali memasuki kegiatan yang ada. Tetapi oleh orang tuanya dilarang.
Penyebab yang mungkin timbul pada diri anak:

-Anak mengalami tekanan jiwa
-Mungkin timbul rasa tidak senang terhadap orang tua
-Anak mencari kepuasan diluar rumah.


profil




  • 7 Tip Sederhana Untuk Memperbaiki Kebiasaan Buruk Pada Anak Anda

    Kategori │anak

    kebiasaan buruk anak

    Sebagian besar dari kita benci mengakui bahwa setidaknya kita memiliki salah satu dari kebiasaan buruk yang menyebalkan itu, seperti menggigit kuku, memetikan hidung, retak, dll. Kemungkinannya adalah kebiasaan buruk kita hampir setua kita. Kebiasaan tidak sehat ini umumnya menemukan akar mereka selama masa kanak-kanak dan berhasil tumbuh dan bertahan sepanjang hidup kita.

    Anak-anak tidak bersalah, naif dan umumnya tidak sadar akan tindakan mereka. Makanya mereka paling rentan terhadap kebiasaan tidak sehat berkembang dengan mudah. Jika praktik ini tidak terkendali pada tahap awal, mereka menjadi kebiasaan buruk seumur hidup yang sulit untuk dikorbankan. Inilah alasan mengapa sebagai orang tua, ketika kita melihat anak-anak kita mengembangkan kebiasaan tidak sehat, kekhawatiran dan kekhawatiran adalah refleks instan kita.

    Kabar baiknya adalah di mana ada kemauan ada jalannya. Kebiasaan buruk mungkin sulit tapi tidak mustahil dipatahkan. Dengan sedikit kesabaran, perhatian, pengamatan dan upaya sadar kita bisa membebaskan anak-anak kita dari perilaku buruk.

    Beberapa petunjuk penting yang membantu dalam melanggar kebiasaan buruk pada anak adalah:

    1. Mengabaikan:

    memberi perhatian pada kebiasaan buruk dan menghukum anak Anda sebenarnya bisa berdampak negatif. Dia akan didorong untuk mengulangi perilaku saat diberi perhatian. Oleh karena itu, sebaiknya hindari memperhatikan kebiasaan menjengkelkan dan biarkan anak Anda mengatasi kebiasaan itu sendiri dengan waktu.

    2. Memuji dan Menghargai:

    Memuji dan memberi penghargaan kepada anak-anak saat mereka terlibat dalam kebiasaan baik dan yang sedang, strategi yang sangat baik. Membiarkan mereka tahu apakah perilaku mereka sudah sesuai dan meningkatkan moral mereka dan memberi mereka alasan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

    3. Mendidik:

    Anak Anda hanya bisa menghindari perilaku buruk jika dia secara sadar menginginkannya. Penting untuk dididik dan membuatnya mengerti alasan di balik kebiasaan tertentu yang disebut tidak sehat. Dengan kedewasaan balita Anda akan memahami alasan ini dan secara alami akan kehilangan minat terhadap kebiasaan buruk tersebut dan memberikannya.

    4. Saat tertentu, Diam-diam:


    Anak-anak dapat mengembangkan banyak kebiasaan buruk bersama. Seseorang seharusnya tidak mencoba menghilangkan semuanya bersama-sama, tapi lebih mengutamakan kebiasaan yang paling merusak dan menyusahkan terlebih dahulu dan bekerja pada hal yang sama. Jangan terburu-buru. Orangtua jarang kehilangan kesabaran dengan anak itu. Jangan pernah mempermalukan anak Anda di depan umum. Membahas masalah dengan anak Anda harus dilakukan secara pribadi.

    5. Mengidentifikasi “Akar masalah”:

    Anak-anak umumnya mempraktikkan pola perilaku yang tidak diinginkan ini karena mereka stres. Penting untuk berbicara dengan anak-anak, amati dan identifikasikan alasan yang menyebabkan stres. Mendengarkan masalah mereka, bersabar, menunjukkan cinta dan dukungan dan membantu mereka mengatasi tekanan ini sangat penting dalam menyingkirkan kebiasaan menjengkelkan ini. Memahami penyebab juga membantu dalam menemukan alternatif dan pengganti kreatif sehingga membantu menyimpang dari pikiran anak dan membantunya menghilangkan stres.

    6. Menetapkan Aturan:

    Menetapkan peraturan itu penting. Membiarkan mereka mengetahui akibat dari pelanggaran peraturan sementara menerapkan hal yang sama dengan otoritas membantu menjaga kebiasaan buruk anak di cek. Memenuhi dan konsisten dengan anak-anak sambil tetap mendukung sangat penting.

    7. Meningkatkan Moral:

    Mengembangkan rasa percaya pada anak Anda, mendukung dan mencintainya dengan bersikap sabar dan sensitif mendorong stabilitas emosional. Beri anak Anda kesempatan untuk mengambil keputusan di kali, ini membantu mengembangkan rasa percaya diri dan keterampilan membuat keputusan.
    Menanamkan rasa apa yang benar dan apa yang salah, yang baik dan yang buruk pada anak-anak sejak awal membantu mereka mengembangkan nilai, kebiasaan, dan perilaku yang sesuai. Upaya pasien dari Anda, sebagai orang tua, membantu dalam melanggar kebiasaan buruk anak. Menangkap mereka muda adalah mantra ideal untuk perkembangan anak Anda





  • 6 Cara Menyenangkan untuk Mengajar Anak Anda Tentang Uang

    Kategori │anak




    Tidak dapat disangkal fakta bahwa uang adalah bagian penting dari kehidupan. Ini memberi kita semua kemewahan, memberi kita kendali yang lebih baik mengenai situasi tertentu, dan sampai batas tertentu, mengamankan masa depan kita.

    Mengajar anak-anak Anda tentang pentingnya uang adalah sesuatu yang harus Anda mulai di usia muda. Seringkali, Anda mungkin ingin menunggu sampai anak Anda mencapai masa remaja, untuk membicarakan masalah keuangan. Faktanya adalah bahwa, pada usia itu, anak Anda sudah akan membentuk kebiasaannya sendiri, dan sebagian juga akan menjadi masalah finansial.

    Oleh karena itu sangat penting bahwa Anda mengajari anak-anak Anda dasar-dasar uang pada usia sangat dini.

    Bbagaimana mengajarkan anak-anak tentang uang?

    Mengajarkan -anak tentang uang bisa sedikit rumit. Anda ingin mereka memahami pentingnya uang, tapi juga perlu memastikan bahwa mereka tahu uang bukanlah segalanya.

    Berikut adalah beberapa teknik sederhana sehari-hari yang dapat membantu Anda dalam mengajar anak-anak tentang nilai uang:

    1. Pentingnya Menunggu:

    Anak-anak adalah orang yang tidak sabar. Mereka benci menunggu apa pun, baik itu giliran mereka di ayunan atau membeli mainan favorit mereka. Kunci untuk memahami nilai uang adalah dengan mengetahui bagaimana cara menunggu dengan sabar.

    - Sebagai orang dewasa, Anda harus menunggu banyak hal yang Anda inginkan, paling sering karena kekurangan dana.
    - Untuk memiliki kesabaran untuk mengumpulkan cukup dana untuk, katakanlah, rumah, mobil atau fasilitas semacam itu bisa menjadi tugas berat bagi banyak orang.
    Kesabaran ini bisa diusahakan sejak usia dini.
    - Biarkan anak-anak Anda menunggu satu bulan atau sampai ulang tahun berikutnya untuk mainan yang banyak diantisipasi.

    2. Menggunakan 'Pilihlah dengan bijak:

    Membuat pilihan dan memprioritaskan adalah pelajaran masa kanak-kanak yang sangat penting.

    - Kita semua perlu membuat pilihan, keuangan atau lainnya, sepanjang hidup kita.
    - Pemikiran rasional dan penalaran harus ditanamkan dengan memberi anak-anak Anda pilihan kecil di masa kecil mereka.
    - Jika anak-anak Anda menginginkan dua hadiah untuk ulang tahun mereka, mintalah mereka untuk memilihnya.
    - Anda juga dapat meminta mereka untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan dengan uang tabungan mereka

    3. Ajarkan 'Nilai Uang':

    Ada sejumlah permainan yang akan mengajarkan anak Anda bagaimana cara menangani dan mengelola uang.

    - Permainan monopoli yang dipuja banyak, pokok dari generasi ke generasi, memiliki semua elemen pengambilan keputusan moneter.
    - Jangan hanya main game, tapi diskusikan dan perbaiki setiap gerakan sebagai titik tolak argumen.
    - Ini akan membantu membangun nalar dan nalar anak-anak Anda.
    - Permainan ini akan membuat pelajaran finansial menyenangkan dan layak untuk diingat.

    4. Pendidikan: Uang Online

    Berbagai bank dan organisasi keuangan telah dibawa ke internet untuk menyebarkan kesadaran, terutama kalangan investor muda yang masih muda. Situs web mereka menampilkan video dan halaman web interaktif yang membantu anak-anak dari segala usia memperhatikan berbagai masalah keuangan.

    5. Membuat Pembelajaran Interaktif:

    Mengajar anak-anak Anda tentang uang harus dibuat sesukses mungkin dan sesegera mungkin.

    - Pengetahuan teoritis tentang tabungan atau dana harus disimpan untuk usia ketika mereka memahami kepentingan mereka.
    - Bicaralah dengan mereka dengan cara yang sesuai untuk usia mereka.
    - Biarkan mereka menangani anggaran sementara belanja bahan makanan.

    Seiring pertumbuhan anak-anak Anda, Anda bisa menjelaskan keputusan finansial Anda sendiri secara sederhana. Ini akan membantu mereka mengelola uang mereka sendiri dengan lebih efektif.
    Jika Anda membuat hal-hal menyenangkan dan berpusat pada tujuan, anak-anak Anda pasti lebih memperhatikan dan pelajaran akan sesuai dengan mereka seumur hidup.
    Apakah berbagi dengan kami jika Anda memiliki cara menarik lainnya untuk mengajar anak-anak tentang uang.



    Tag :anakuang



  • Cara Mengatasi Prilaku Anak remaja yang Suka Berontak

    Kategori │anak




    Perilaku pemberontak bisa membuat hubungan antara Anda dengan anak Anda berjarak. Anda mungkin berpikir bahwa tangan yang berat dan ketat adalah cara terbaik untuk menghentikan perilaku pemberontak, namun mungkin saja tindakan tersebut menyebabkan anak Anda memberontak bahkan lebih keras lagi melawan peraturan dan peraturan yang ketat. Menumbuhkan hubungan terbuka dengan anak Anda di mana dia merasa cukup aman untuk berbagi perasaan dengan Anda dan menghargai posisi Anda sebagai orang tua adalah cara terbaik untuk memperbaiki perilaku pemberontakan dari seorang anak.

    LANGKAH 1

    Pahamilah mengapa anak Anda memberontak dan jenis pemberontakan itu. Beberapa pemberontakan hanya kekanak-kanakan dan sering digunakan oleh anak-anak yang lebih muda. Dalam pemberontakan kekanak-kanakan, anak kecil hanya menguji batas-batasnya. Pemberontakan yang disengaja lebih sering dilakukan oleh anak-anak dan remaja yang lebih tua sehingga membuat pemberontak melawan Anda. Yang terakhir harus dianggap lebih serius, karena yang pertama lebih merupakan karakter dan masalah perkembangan.

    LANGKAH 2

    Hindari memasukkan tingkah lakunya dalam hati. Ingatlah bahwa ketika anak Anda memberontak, dia sering mencari reaksi. Berteriak, memberikan perawatan diam, menjadi marah atau kehilangan ketenangan hanya menunjukkan kepada anak Anda bahwa tidak apa-apa mengekspresikan dirinya secara agresif, . Jaga agar tetap sejuk dan melihat situasi sebagai pihak luar; Jika tidak, Anda berisiko mengubah situasi menjadi perebutan kekuasaan.

    LANGKAH 3

    Biarkan konsekuensi alami terjadi pada perilaku pemberontak anak Anda. Jika dia berbicara kembali dengan guru di sekolah atau melewatkan kelas,, biarkan dia bertahan dalam penahanan atau penangguhan risiko. Ini adalah kesempatan bagus untuk belajar tentang konsekuensi dari rasa tidak hormat, dan anak Anda dapat belajar secara alami apa yang akan terjadi jika dia terus melakukan perilaku pemberontakannya.

    LANGKAH 4

    Tawarkan penguatan positif bila Anda bisa. Terlalu mudah untuk mencari yang negatif pada anak Anda saat dia memberontak, dan terlebih lagi, itulah reaksi yang dia harapkan. Sebagai gantinya, fokuskan pada dorongan positif dan tawaran saat dia melakukan sesuatu yang diinginkan, tidak peduli seberapa kecil tindakannya. Terimalah dia karena bersikap baik kepada saudara perempuannya atau untuk pulang sebelum jam malam. Bila Anda lebih fokus pada hal positif daripada melakukan hal negatif, perlahan dia akan mengubah perilakunya untuk mendapatkan lebih banyak dorongan.

    LANGKAH 5

    Masuk akal, Hukuman harus sesuai dengan kejahatan, dan harapan harus sepenuhnya ditata sebelum Anda mencoba untuk mereformasi anak Anda. Jika anak Anda tidak mengerti harapan Anda, dia tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas pemberontakan. Pilihlah peraturan alam yang diikuti oleh konsekuensi tindakan yang wajar dan konsisten dalam mengeluarkan disiplin dan konsekuensi Anda sehingga tidak ada pertanyaan mengenai apa yang diharapkan anak Anda.




  • 10 Aktivitas Matematika yang Menyenangkan

    Kategori │anak



    Siapkan anak Anda untuk sukses di sekolah dengan kegiatan game matematika yang menyenangkan ini.
    Oleh Deborah Stipek, Ph.D.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa kemampuan matematika anak saat memasuki taman kanak-kanak dapat menjadi prediktor kuat bagi kinerja akademisnya di masa depan baik dalam matematika maupun membaca di seluruh kelas dasar. Pembelajaran matematika mempromosikan memori kerja, meningkatkan perhatian, dan meningkatkan keterampilan kognitif dasar lainnya. Tapi jangan ke toko untuk membeli kartu flash dan lembar kerja, yang mungkin bisa menyisir minat alami anak Anda pada subjek. Sebagai gantinya, libatkan dia dalam kegiatan menyenangkan ini untuk membantunya mengembangkan fondasi yang kuat dalam memahami matematika.

    #Konsep nomor
    Menghitung itu penting karena membantu anak belajar urutan angka, tapi bahkan sebelum menghitung, anak perlu mengembangkan pemahaman dasar tentang angka. Tiga konsep bilangan penting adalah korespondensi satu-ke-satu (setiap objek hanya dihitung satu kali); kardinalitas (objek terakhir yang dihitung adalah jumlah total objek); dan invarian (jumlah objek tidak berubah jika dikonfigurasi secara berbeda - misalnya, menyebar atau ditempatkan dalam lingkaran). Berikut adalah beberapa cara untuk membantu anak Anda mengembangkan konsep bilangan dasar ini.

    #Hitung benda dalam konteks sehari-hari. Hitung jumlah tombol pada kemeja anak Anda saat Anda menekan tombolnya, jumlah jeruk yang dia bantu dimasukkan ke tas belanjaan di supermarket, jumlah garpu yang dibutuhkan untuk mengatur meja, atau jumlah tangga yang Anda naiki ke pintu depan. Mulailah dengan jumlah kecil (tidak lebih dari lima) dan tambahkan beberapa saat anak Anda siap menghadapi tantangan.

    #Letakkan benda-benda kecil secara berurutan. Kumpulkan beberapa koin dan mintalah anak Anda menghitungnya. Setelah dia menghitungnya, atur ulang mereka dalam lingkaran, berturut-turut, atau keluarkan mereka, dan mintalah dia lagi untuk menghitung benda-benda itu. Jangan kaget kalau dia harus menghitungnya lagi. Tapi jika dia otomatis menjawab tanpa menghitung, Anda akan tahu dia telah menguasai nomor invarian.

    #Temukan benda yang cocok. Jika anak Anda mengalami kesulitan dalam korespondensi satu lawan satu, cari benda yang dipasangkan dengan baik, seperti sendok dan garpu, cangkir dan piring, patung kuda dan koboi, dan mintalah dia untuk memasangkannya. Seperti yang dia lakukan, mintalah dia menghitung setiap rangkaian objek untuk membantu memperkuat gagasan bahwa masing-masing pasangan terdiri dari nomor yang sama.

    #Play board games yang melibatkan penghitungan. Game sederhana seperti Candy Land and Chutes and Ladders sangat bagus untuk membantu anak mengenali angka pada dadu dan hitungan bergerak. Permainan lain yang lebih kompleks melibatkan dua dadu, bukan satu atau dua kali lipat jumlah yang muncul untuk setiap gerakan. Mainkan permainan kartu War menggunakan setumpuk kartu; Buatlah mudah di awal dengan memasukkan hanya kartu sampai lima, dan kemudian secara bertahap membuatnya menjadi lebih rumit karena setiap pemain mengeluarkan dua kartu. Jumlah tertinggi dari dua kartu menang!

    #Geometri dan Pemahaman Spasial

    Anak-anak dapat mengembangkan pemahaman dasar geometri dan hubungan spasial dengan bermain dengan balok dan mainan bangunan lainnya. Dorong keterampilan terkait geometri dengan gagasan ini.

    #Kenali bentuk di rumah Anda. Mainkan permainan sederhana untuk menemukan bentuk dasar di sekitar rumah, seperti persegi panjang di sakelar lampu, kotak di kaca jendela, lingkaran dalam jam, dan sebagainya. Mintalah anak Anda untuk menjelaskan bagaimana dia membedakan setiap bentuk dengan ciri-ciri yang menentukan (misalnya, segitiga memiliki tiga sisi yang terhubung) dan fitur yang tidak menentukan (seperti posisi atau ukuran segitiga).

    #Bicara tentang penempatan gambar di buku. Saat membaca buku cerita, gunakan bahasa spasial untuk membicarakan penempatan gambar. Ajukan pertanyaan terkait seperti "Di mana bulan? Apakah di atas pohon? Apakah di bawah pohon?" Atau ukuran referensi dengan bertanya, "Apakah kuda nil lebih besar dari pada monyet? Binatang mana yang lebih besar? Hewan apa yang lebih kecil?"

    #Buat peta rumah Anda. Berlatih bahasa spasial lebih banyak dengan membantu anak Anda membuat peta kamar tidur atau halaman belakang rumahnya. Saat ia menempatkan dan membersihkan perabotan, jendela, dan lemari, atau kebun, pepohonan, dan semak-semak, mintalah pertanyaan tentang di mana mereka berada dan seberapa dekat mereka.

    #Pengukuran

    Ada banyak bentuk pengukuran untuk dipelajari (panjang, tinggi, berat, ukuran, jumlah) dan banyak alat untuk pengukuran. Melilitkan konsep pengukuran ke dalam aktivitas sehari-hari.

    Ukur saat Anda memasak atau memanggang. Isi gelas ukur dengan air atau tepung dan ukur sendok dengan ekstrak untuk mengenalkan anak Anda pada konsep bilangan utuh dan pecahan. Ajukan pertanyaan seperti "Bisakah Anda mengisi setengah gelas? Bisakah Anda mengisi satu sendok teh?"

    #Bandingkan ukuran kaki. Letakkan kaki Anda di samping kaki anak Anda dan tanyakan padanya yang lebih panjang atau lebih besar. Mintalah penggaris atau alat ukur di tangan untuk membandingkan ukuran dan membantunya membedakan antara panjang dan pendek, besar dan kecil.