Mau Kredit mobil? Pilih Pembiayaan konvesional atau pembiayaan syariah

Kategori │kredit mobil

Dari tahun jumlah kendaraan yang bertambah terus meningkat hal tersebut menandakan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor baik roda dua maupun 4 masih tinggi. Kemudahan untuk memiki kendaraan dengan down payament (DP) serta cicilan yang terjangkau turut menyumbang peningkatan kendaraan setiap tahunnnya. Untuk kendaraan roda dua hampir 70% warga telah memilikan bahkan telah banyak yang memiliki lebih dari satu unit sementara untuk roda empat bisa diakatakan yang memiliki kendaraan tersebut menandakan tingkat ekonomi seseorang. Tujuan mereka untuk memiliki kendaraan tersebut khususnya roda 4 sabagai moda transfortasi nyaman dan ada pula yang memanfaatkan sebagai bisnis.

Hampir seluruh pembiyaan kredit kendaraan bermotor baik itu bank maupun finance lainnya memberikan 2 bentuk pembiayaan yakni pembiyaan secara konvensional dan secara syariah, sehingga konsumen lebih bebas memilih, misalkan bila konsumen memilih pembiyaan secara syariah dengan alasan pembiyaan secara konvesional mengandung unsur bunga pinjaman sudah tersedia pembiyaan secara syariah, begitu juga sebaliknya bila konsumen merasa diuntungkan secara konven juga tersedia.
Baik syariah maupun konven telah menyediakan pembiyaaan kkb yang mana telah ditetapkan syarat –syarata yang harus dipenuhi calon debitur untuk mengajukan kredit tersebut, berikut perbedaan pembiyaan secara syariah dengan konvensional.

Pembiayaan secara konvensioanal

Umumnya kkb yang paling sering digunakan masyarakat dalam kredit mobil yakni pembiyaan secara konvesional. Pembiayaan secara konvensional jauh lebih dahulu ada bila dibandingkan dengan pembiyaan secara syariah, mungkin hal tersebut merupakan salah satu alasan maysarakat lebih banyak memilih pembiyaan secara konvensional.

Pembiyaan KKB mobil umumnya lebih banyak dilakukan pembiyaan bank sedangkan KKB khusus untuk pembiyaaan roda lebih banyak dilakukan pembiayaan keuangan selain dari bank.

Dari segi bunga pembiyaan biasanya mengacu kepada suku bunga yang berlaku diipasar, dimana bunga yang dibebankan mengikuti standadart bank indonesia (BI). Bila suku dasar acuan bank indonesia tinggi Hal ini bisa saja suku bunga kredit kendaraan akan mengikuti. Begitu juga sebaliknya Bila suku dasar acuan menurun berarti bunga kredit juga ikut menurun.

Pembiayaan secara Syariah

Meski bank konvensional jauh lebih awal dikenal masyarakat bukan berarti pembiyaan secara syariah tidak berperan besar dalam pembiyaan ini. Kredit kendaraan bermotor salah satu prouduk unggulan dari bank syariah.
Salah satu alasan masyarakat memilih pembiyaan syariah yakni bukan berdasarkan besaran bunga pinjaman yang dibebankan akan tetapi berdasarkan kepada bagi hasil. Banyak warga khususnya di indonesia anti terhadap bunga pinjaman menjadikan pembiyaan secara syariah menjadi pilihan terakhir.

Biasanya bank konvensional dalam hal pembiayaan maupun kegiataan keuangan lainnya telah selain pembiyaan secara konven juga menyediakan produk syariah juga. Artinya setiap satu bank memiliki dua produk keuangan yakni keuangan secara konven dan secara syariah.

Mana Yang Lebih baik Pembiyaan Secara Konven atau Syariah

Baik pembiyaan secara konvensional maupun secara syariah sama-sama memiliki keuntungan yang berbeda. Bila ditanya mana yang lebih baik jawabannya tergantung kepada kebutuhan dan prinsip seseorang dlm pembiyaan kredit kendaraan mobil maupun motor.
Dari segi persyaratan kedua jenis pembiyaan diatas terbilang tidak berbeda jauh, masing masing mengukuti standar pembiyaan kredit pada umumnya.
Dalam melakukan pengajuan kredit mobil tentunya telah melakukan serangkaian pertimbangan malai dari keuntungan hingga resiko tertinggi kemungkinan terjadi. Hal tersebut harus benar benar dipikirkan kembali untuk meminimalisir kemungkinan tejadi penyesalan dikemudian hari.

lihat: juga


http://bit.ly/2sQQFgD

http://goo.gl/j7u2SF